, ,

Sosiologi Hukum dalam Kebijakan Makan Bergizi Gratis: Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Rp95.000

- +

Sinopsis Buku:
Buku ini mengkaji secara mendalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sebuah kebijakan publik yang tidak hanya bersinggungan dengan kesehatan dan pendidikan, tetapi juga dengan hukum, politik, dan struktur sosial masyarakat Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum, buku ini membongkar jarak antara law in books dan law in action, menunjukkan bahwa keberhasilan MBG tidak ditentukan oleh Perpres 83 Tahun 2024 semata, tetapi oleh bagaimana program ini dijalani di lapangan. Temuan dari berbagai penelitian lapangan, termasuk studi di Surabaya dan Indonesia Timur, mengungkap bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada adaptasi lokal, bukan sentralisasi. Praktik patron-klien, politisasi bantuan, dan dominasi elit lokal menjadi penghambat utama yang mengubah hak menjadi karunia. Buku ini juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan partisipatif, digitalisasi sistem pemantauan, dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM. Dengan mengintegrasikan konsep living law (Ehrlich), legal consciousness dan progressive realization hak ekonomi-sosial, buku ini menawarkan kerangka analisis yang holistik. Ia menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program makan siang, tetapi ujian bagi keadilan sosial dan tata kelola publik. Dengan demikian, buku ini menjadi kontribusi kritis dan solutif bagi pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat luas.
Buku ini juga menghubungkan MBG dengan agenda global pembangunan berkelanjutan (SDGs), menunjukkan bahwa program ini berkontribusi langsung terhadap SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 5 (Gender Equality). Melalui keterlibatan ibu rumah tangga dan perempuan dalam pengelolaan dapur sekolah, MBG terbukti memberi dampak pada pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput. Data menunjukkan peningkatan prestasi akademik hingga 12% pada siswa yang secara konsisten menerima makanan bergizi membuktikan bahwa gizi yang baik adalah fondasi pendidikan berkualitas. Buku ini merekomendasikan penguatan dasar hukum melalui UU, desentralisasi menu berbasis pangan lokal, dan integrasi konsep Shokuiku ala Jepang ke dalam kurikulum nasional. Selain itu, ditekankan perlunya sistem pengawasan hybrid yang menggabungkan teknologi digital dan mekanisme manual untuk daerah 3T. Dengan pendekatan partisipatif, transparan, dan berkeadilan, MBG bisa menjadi simbol kehadiran negara yang nyata di meja makan rakyat. Buku ini menutup dengan visi bahwa MBG bukan sekadar janji kampanye, tetapi warisan kebijakan yang bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045. Akhirnya, buku ini mengajak semua pihak untuk melihat MBG bukan sebagai beban anggaran, tetapi sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia yang adil dan berdaulat.

                                                                      Detail Buku
ISBN 978-634-04-3638-9
Penulis Buku Rohyani Rigen Is Sumilat, S.H., M.H.
Editor Dr. James Edward Lalira, S.S., M. Hum
Penyunting Winda Srimawati
Desain Sampul & Tata Letak Khairul Wahidi, S.AP
Penerbit CV. Metro Press Indonesia
Kategori Sosiologi Hukum
Tahun Terbit 2025
Jumlah Halaman 172 Halaman
Ukuran A5
Berat 500 gram
Dimensi 14 × 3 × 20 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Sosiologi Hukum dalam Kebijakan Makan Bergizi Gratis: Menuju Pembangunan Berkelanjutan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top