,

GEMA PEPONGOTEN ( MENYUARAKAN TRADISI YANG TERLUPA )

Buku Gema Pepongoten: Menyuarakan Tradisi yang Terlupa mengulas secara komprehensif tradisi Pepongoten sebagai salah satu warisan budaya lisan masyarakat Gayo. Buku ini menjelaskan asal-usul, makna, dan fungsi Pepongoten dalam kehidupan sosial dan adat, sekaligus menggambarkan pergeseran peran tradisi ini seiring perubahan zaman. Pepongoten dipahami sebagai media ungkapan perasaan, doa, nasihat, dan nilai kehidupan yang disampaikan melalui syair puitis dan lantunan suara yang sarat makna.

Pembahasan dalam buku ini menyoroti nilai-nilai yang hidup dalam Pepongoten, seperti gotong royong, kebersamaan, penghormatan terhadap orang tua dan leluhur, serta dimensi spiritual yang menyatu dalam praktik budaya. Buku ini juga menguraikan unsur-unsur Pepongoten, mulai dari peran para pelaku, tahapan pelaksanaan dalam rangkaian adat, hingga simbol dan pesan kehidupan yang terkandung di dalam setiap lantunan syair.

Pada bagian akhir, buku ini mengajak pembaca memahami pentingnya Pepongoten sebagai peneguh jati diri lokal, perekat sosial, serta sarana pembentukan karakter dan pendidikan nilai. Dengan pendekatan yang naratif dan reflektif, buku ini menempatkan Pepongoten tidak hanya sebagai peninggalan budaya, tetapi sebagai tradisi hidup yang menyimpan kebijaksanaan dan makna mendalam bagi kehidupan masyarakat masa kini dan masa depan.

Detail Buku
ISBN
Penulis Buku Inge Ayudia, S.Pd., M.Pd.
Thomas Mustajib, S.Pd., Gr.
Editor Eka Yeyen Nuraini & Rosidu
Desain Sampul & Tata Letak Khairul Wahidi
Penerbit CV. Metro Press Indonesia
Kategori Budaya Dan Tradisi Lokal
Tahun Terbit 2026
Jumlah Halaman 89 Halaman
Ukuran A5

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “GEMA PEPONGOTEN ( MENYUARAKAN TRADISI YANG TERLUPA )”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top